ceramah maulid nabi lucu bahasa sunda Kumpulan Ceramah Singkat Tentang Sholat dan Motivasi, Download mp3 Ceramah Singkat Tentang Sholat dan Motivasi Beramal ini adalah untaian mutiara nasihat oleh Ustadz ternama Mau lebih banyak lagi? Insya Allah saya akan menambahkan berbagai ceramah di bulan-bulan mendatang. Takjarang waktu 24 jam yang diberikan kepada kita ini kita habiskan hanya untuk memikirkan kehidupan dunia saja, padahal Allah SWT berfirman: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi." (Al-Qasas : 77) Cara Shalat Istisqa Lengkap dengan Teks Khutbahnya. Dalam prosesi shalat istisqa, kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar. (Ilustrasi: thestar.com.my) Untuk menyelenggarakan shalat istisqaโ€™ atau shalat untuk memohon hujan, perlu diketahui bahwa ada proses yang harus dilakukan sebelum shalat dan ada proses yang dilakukan di dalam shalat Dalam contoh ceramah bahasa sunda ini membahas mengenai larangan tidur di pagi hari karena dapat menghalang pintu rezeki. Dikutip kanal YouTube Cecep2312 berikut ini contoh teks ceramah bahasa sunda yang mengangkat tema tidur pagi penghalang pintu rezeki: . โ€“ Khatib akan menyampaikan Ceramah atau khutbah sebelum pelaksanaan sholat jumat. Berikut teks khutbah Jumat bahasa sunda lengkap dengan doanya. Khutbah jumat dilakukan sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan sholat Jumat. Khotib akan menyampaikan dua kali khutbah. Diantara khutbah pertama dan kedua dipisah dengan duduk. Sebelum ritual khutbah jumat dilaksanakan ada beberapa rukun yang harus dipenuhi diantaranya disyaratkan menggunakan bahasa Arab dan harus dilakukan dengan tertib berurutan serta berkesinambungan muwรขlah. Dilansir berikut ini adalah 5 rukun khutbah beserta penjelasaanya. 1. Memuji kepada Allah di kedua khutbah Rukun khutbah pertama ini disyaratkan menggunakan kata โ€œhamdunโ€ dan lafadh-lafadh yang satu akar kata dengannya, misalkan โ€œalhamduโ€, โ€œahmaduโ€, โ€œnahmaduโ€. Demikian pula dalam kata โ€œAllahโ€ tertentu menggunakan lafadh jalalah, tidak cukup memakai asma Allah yang lain. Contoh pelafalan yang benar misalkan โ€œalhamdu lillรขhโ€, โ€œnahmadu lillรขhโ€, โ€œlillahi al-hamduโ€, โ€œana hamidu Allรขhaโ€, โ€œAllรขha ahmaduโ€. Contoh pelafalan yang salah misalkan โ€œasy-syukru lillรขhiโ€ karena tidak memakai akar kata โ€œhamdunโ€, โ€œalhamdu lir-rahmรขn karena tidak menggunakan lafadh jalalah โ€œAllahโ€. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami mengatakan ูˆูŠุดุชุฑุท ูƒูˆู†ู‡ ุจู„ูุธ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ูุธ ุญู…ุฏ ูˆู…ุง ุงุดุชู‚ ู…ู†ู‡ ูƒุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฃูˆ ุฃุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃูˆ ุงู„ู„ู‡ ุฃุญู…ุฏ ุฃูˆ ู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุฃูˆ ุฃู†ุง ุญุงู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูุฎุฑุฌ ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ุฑุญู…ู† ูˆุงู„ุดูƒุฑ ู„ู„ู‡ ูˆู†ุญูˆู‡ู…ุง ูู„ุง ูŠูƒููŠ Artinya Disyaratkan adanya pujian kepada Allah menggunakan kata Allah dan lafadh hamdun atau lafadh-lafadh yang satu akar kata dengannya. Seperti alhamdulillah, ahmadu-Llรขha, Allรขha ahmadu, Lillรขhi al-hamdu, ana hamidun lillรขhi, tidak cukup al-hamdu lirrahmรขn, asy-syukru lillรขhi, dan sejenisnya, maka tidak mencukupi. Syekh Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Minhaj al-Qawim Hamisy Hasyiyah al-Turmusi, Jedah, Dar al-Minhaj, 2011, halaman 246. 2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad Pembacaannya harus dilakukan di kedua khutbah. Dalam pelaksanaannya harus menggunakan kata โ€œal-shalatuโ€ dan lafadh yang satu akar kata dengannya. Sementara untuk asma Nabi Muhammad, tidak tertentu menggunakan nama โ€œMuhammadโ€, seperti โ€œal-Rasulโ€, โ€œAhmadโ€, โ€œal-Nabiโ€, โ€œal-Basyirโ€, โ€œal-Nadzirโ€ dan lain-lain. Hanya saja, penyebutannya harus menggunakan isim dhahir, tidak boleh menggunakan isim dlamir kata ganti menurut pendapat yang kuat, meskipun sebelumnya disebutkan marjiโ€™nya. Sementara menurut pendapat lemah cukup menggunakan isim dlamir. Contoh membaca shalawat yang benar โ€œash-shalรขtu alan-Nabiโ€, โ€œana mushallin alรข Muhammadโ€, โ€œana ushalli ala Rasulillahโ€. Contoh membaca shalawat yang salah โ€œsallama-Llรขhu ala Muhammadโ€, โ€œRahima-Llรขhu Muhammadan karena tidak menggunakan akar kata ash-shalรขtu, โ€œshalla-Llรขhu alaihiโ€ karena menggunakan isim dlamir. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi mengatakan ูˆูŠุชุนูŠู† ุตูŠุบุชู‡ุง ุงูŠ ู…ุงุฏุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ ู…ุน ุงุณู… ุธุงู‡ุฑ ู…ู† ุฃุณู…ุงุก ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… Artinya Shighatnya membaca shalawat Nabi tertentu, yaitu komponen kata yang berupa as-shalรขtu beserta isim dhahir dari beberapa asma Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallama. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi, Hasyiyah al-Turmusi, Jedah, Dar al-Minhaj, 2011, halaman 248. Ikhtilaf ulama mengenai keabsahan membaca shalawat Nabi dengan kata ganti isim dlamir dijelaskan Syekh Mahfuzh al-Tarmasi sebagai berikut ูุฎุฑุฌ ุณู„ู… ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุฑุญู… ุงู„ู„ู‡ ู…ุญู…ุฏุง ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูู„ุง ูŠูƒููŠ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุนุชู…ุฏ ุฎู„ุงูุง ู„ู…ู† ูˆู‡ู… ููŠู‡ ูˆุฅู† ุชู‚ุฏู… ู„ู‡ ุฐูƒุฑ ูŠุฑุฌุน ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ุถู…ูŠุฑ ู‚ูˆู„ู‡ ูู„ุง ูŠูƒููŠ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุนุชู…ุฏ ุฃูŠ ูˆูุงู‚ุง ู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆุงู„ุฎุทูŠุจ ูˆุงู„ุฑู…ู„ูŠ ูˆุบูŠุฑู‡ู… ู‚ูˆู„ู‡ ุฎู„ุงูุง ู„ู…ู† ูˆู‡ู… ููŠู‡ ุฃูŠ ูู‚ุงู„ูˆุง ุจุฅุฌุฒุงุก ุฐู„ูƒ ูˆู‡ู… ุฌู…ุงุนุฉ ู…ู† ู…ุชุฃุฎุฑูŠ ุนู„ู…ุงุก ุงู„ูŠู…ู† ู…ู†ู‡ู… ุงู„ุดู‡ุงุจ ุฃุญู…ุฏ ุจู† ู…ุญู…ุฏ ุงู„ู†ุงุดุฑูŠ ูˆุงู„ุญุณูŠู† ุจู† ุนุจุฏ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฃู‡ุฏู„ Artinya Mengecualikan sallama-Llรขhu alรข Muhammad, rahima-Llรขhu Muhammadan dan shallรขhu alaihi, maka yang terakhir ini tidak mencukupi menurut pendapat al-muโ€™tamad kuat, berbeda dari ulama yang menilai cukup, meskipun didahului marjiโ€™nya dlamir. Pendapat al-muโ€™tamad tersebut senada dengan pendapatnya Syaikhul Islam Zakariyya al-Anshari, Syekh al-Khathib, Syekh al-Ramli dan lain sebagainya. Sedangkan pendapat lemah yang mencukupkan penyebutan dlamir adalah pendapat sekelompok ulama Yaman, di antaranya Syekh Ahmad bin Muhammad al-Nasyiri dan Syekh Husain bin Abdurrahman al-Ahdal. Syekh Mahfuzh al-Tarmasi, Hasyiyah al-Turmusi, Jedah, Dar al-Minhaj, 2011 M, juz IV, halaman 249. 3. Berwasiat dengan Ketakwaan Hal tersebut juga disampaikan di kedua khutbah. Dan rukun khutbah ketiga ini tidak memiliki ketentuan redaksi yang paten. Prinsipnya adalah setiap pesan kebaikan yang mengajak ketaatan atau menjauhi kemaksiatan. Seperti โ€œAthiโ€™ullaha, taatlah kalian kepada Allahโ€, โ€œittaqullaha, bertakwalah kalian kepada Allahโ€, โ€œinzajiru anil makshiat, jauhilah makshiatโ€. Tidak cukup sebatas mengingatkan dari tipu daya dunia, tanpa ada pesan mengajak ketaatan atau menjauhi kemaksiatan. Hal ini sebagaimana dijelaskan Syekh Ibrahim al-Bajuri ุซู… ุงู„ูˆุตูŠุฉ ุจุงู„ุชู‚ูˆู‰ ูˆู„ุง ูŠุชุนูŠู† ู„ูุธู‡ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุตุญูŠุญ ู‚ูˆู„ู‡ ุซู… ุงู„ูˆุตูŠุฉ ุจุงู„ุชู‚ูˆู‰ ุธุงู‡ุฑู‡ ุฃู†ู‡ ู„ุง ุจุฏ ู…ู† ุงู„ุฌู…ุน ุจูŠู† ุงู„ุญุซ ุนู„ู‰ ุงู„ุทุงุนุฉ ูˆุงู„ุฒุฌุฑ ุนู† ุงู„ู…ุนุตูŠุฉ ู„ุฃู† ุงู„ุชู‚ูˆู‰ ุงู…ุชุซุงู„ ุงู„ุฃูˆุงู…ุฑ ูˆุงุฌุชู†ุงุจ ุงู„ู†ูˆุงู‡ูŠ ูˆู„ูŠุณ ูƒุฐู„ูƒ ุจู„ ูŠูƒููŠ ุฃุญุฏู‡ู…ุง ุนู„ู‰ ูƒู„ุงู… ุงุจู† ุญุฌุฑ โ€ฆุงู„ู‰ ุงู† ู‚ุงู„โ€ฆ ูˆู„ุง ูŠูƒููŠ ู…ุฌุฑุฏ ุงู„ุชุญุฐูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุบุฑูˆุฑู‡ุง ุงุชูุงู‚ุง Artinya Kemudian berwasiat ketakwaan. Tidak ada ketentuan khusus dalam redaksinya menurut pendapat yang shahih. Ucapan Syekh Ibnu Qasim ini kelihatannya mengharuskan berkumpul antara seruan taat dan himbauan menghindari makshiat, sebab takwa adalah mematuhi perintah dan menjauhi larangan, namun sebenarnya tidak demikian kesimpulannya. Akan tetapi cukup menyampaikan salah satu dari keduanya sesuai pendapatnya Syekh Ibnu Hajar. Tidak cukup sebatas menghindarkan dari dunia dan segala tipu dayanya menurut kesepakatan ulama. Syekh Ibrahim al-bajuri, Hasyiyah al-Bajuri ala Ibni Qasim, Kediri, Ponpes Fathul Ulum, tanpa tahun, halaman 218-219. 4. Membaca Ayat Suci Al-Qurโ€™an Hal ini juga dilakukan di salah satu dua khutbah. Standarnya adalah ayat Al-Qurโ€™an yang dapat memberikan pemahaman makna yang dimaksud secara sempurna. Baik berkaitan dengan janji-janji, ancaman, mauizhah, cerita dan lain sebagainya. Seperti contoh ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุงู’ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽูƒููˆู†ููˆุงู’ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ Artinya Wahai orag-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah orang-orang yang jujur. QS. At-Taubah 119. Tidak mencukupi membaca potongan ayat yang tidak dapat dipahami maksudnya secara sempurna, tanpa dirangkai dengan ayat lainnya. Seperti ุซูู…ู‘ูŽ ู†ูŽุธูŽุฑูŽ Artinya Kemudian dia memikirkan. QS Al-Muddatsir ayat 21. Membaca ayat Al-Qurโ€™an lebih utama ditempatkan pada khutbah pertama sebagaimana dijelaskan Syekh Abu Bakr bin Syatha ู‚ูˆู„ู‡ ูˆุฑุงุจุนู‡ุง ุฃูŠ ุฃุฑูƒุงู† ุงู„ุฎุทุจุชูŠู† ู‚ูˆู„ู‡ ู‚ุฑุงุกุฉ ุขูŠุฉ ุฃูŠ ุณูˆุงุก ูƒุงู†ุช ูˆุนุฏุง ุฃู… ูˆุนูŠุฏุง ุฃู… ุญูƒู…ุง ุฃู… ู‚ุตุฉ ูˆู‚ูˆู„ู‡ ู…ูู‡ู…ุฉ ุฃูŠ ู…ุนู†ู‰ ู…ู‚ุตูˆุฏุง ูƒุงู„ูˆุนุฏ ูˆุงู„ูˆุนูŠุฏ ูˆุฎุฑุฌ ุจู‡ ุซู… ู†ุธุฑ ุฃูˆ ุซู… ุนุจุณ ู„ุนุฏู… ุงู„ุฅูู‡ุงู… ู‚ูˆู„ู‡ ูˆููŠ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุฃูˆู„ู‰ ุฃูŠ ูˆูƒูˆู† ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ุขูŠุฉ ููŠ ุงู„ุฎุทุจุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ุฃูŠ ุจุนุฏ ูุฑุงุบู‡ุง ุฃูˆู„ู‰ ู…ู† ูƒูˆู†ู‡ุง ููŠ ุงู„ุฎุทุจุฉ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ ู„ุชูƒูˆู† ููŠ ู…ู‚ุงุจู„ุฉ ุงู„ุฏุนุงุก ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ููŠ ุงู„ุซุงู†ูŠุฉ Artinya Rukun keempat adalah membaca satu ayat yang memberi pemahaman makna yang dapat dimaksud secara sempurna, baik berupa janji-janji, ancaman, hikmah atau cerita. Mengecualikan seperti ayat โ€œtsumma nadharaโ€, atau โ€œabasaโ€ karena tidak memberikan kepahaman makna secara sempurna. Membaca ayat lebih utama dilakukan di khutbah pertama dari pada ditempatkan di khutbah kedua, agar dapat menjadi pembanding keberadaan doa untuk kaum mukminin di khutbah kedua. Syekh Abu Bakr bin Syatha, Iโ€™anatut Thalibin, halaman 66, cetakan al-Haramain-Surabaya, tanpa tahun. 5. Berdoa untuk Kaum Mukmin Hal ini dilakukan di khutbah terakhir, dan mendoakan kaum mukminin dalam khutbah Jumat disyaratkan isi kandungannya mengarah kepada nuansa akhirat. Seperti โ€œallahumma ajirnรข minannรขr, ya Allah semoga engkau menyelematkan kami dari nerakaโ€, โ€œallรขhumma ighfir lil muslimรฎn wal muslimรขt, ya Allah ampunilah kaum muslimin dan muslimatโ€. Tidak mencukupi doa yang mengarah kepada urusan duniawi, seperti โ€œallรขhumma aโ€™thinรข mรขlan katsรฎran, ya Allah semoga engkau memberi kami harta yang banyakโ€. Syekh Zainuddin al-Malibari mengatakan ูˆ ุฎุงู…ุณู‡ุง ุฏุนุงุก ุฃุฎุฑูˆูŠ ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุฅู† ู„ู… ูŠุชุนุฑุถ ู„ู„ู…ุคู…ู†ุงุช ุฎู„ุงูุง ู„ู„ุฃุฐุฑุนูŠ ูˆู„ูˆ ุจู‚ูˆู„ู‡ ุฑุญู…ูƒู… ุงู„ู„ู‡ ูˆูƒุฐุง ุจู†ุญูˆ ุงู„ู„ู‡ู… ุฃุฌุฑู†ุง ู…ู† ุงู„ู†ุงุฑ ุฅู† ู‚ุตุฏ ุชุฎุตูŠุต ุงู„ุญุงุถุฑูŠู† ููŠ ุฎุทุจุฉ ุซุงู†ุฉ ู„ุงุชุจุงุน ุงู„ุณู„ู ูˆุงู„ุฎู„ู Artinya Rukun kelima adalah berdoa yang bersifat ukhrawi kepada orang-orang mukmin, meski tidak menyebutkan mukminat berbeda menurut pendapat imam al-Adzhraโ€™i, meski dengan kata, semoga Allah merahmati kalian, demikian pula dengan doa, ya Allah semoga engkau menyelamatkan kita dari neraka, apabila bermaksud mengkhususkan kepada hadirin, doa tersebut dilakukan di khutbah kedua, karena mengikuti ulama salaf dan khalaf. Syekh Zainuddin al-Malibari, Fathul Muโ€™in Hamisy Iโ€™anatut Thalibin, Surabaya, al-Haramain, tanpa tahun, juz 2, halaman 66. Dalam komentarnya atas referensi di atas, Syekh Abu Bakr bin Syatha menambahkan ู‚ูˆู„ู‡ ุฏุนุงุก ุฃุฎุฑูˆูŠ ูู„ุง ูŠูƒููŠ ุงู„ุฏู†ูŠูˆูŠ ูˆู„ูˆ ู„ู… ูŠุญูุธ ุงู„ุฃุฎุฑูˆูŠ ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฃุทููŠุญูŠ ุฅู† ุงู„ุฏู†ูŠูˆูŠ ูŠูƒููŠ ุญูŠุซ ู„ู… ูŠุญูุธ ุงู„ุฃุฎุฑูˆูŠ ู‚ูŠุงุณุง ุนู„ู‰ ู…ุง ุชู‚ุฏู… ููŠ ุงู„ุนุฌุฒ ุนู† ุงู„ูุงุชุญุฉ ุจู„ ู…ุง ู‡ู†ุง ุฃูˆู„ู‰ Artinya Ucapan Syekh Zainuddin, berdoa yang bersifat ukhrawi, maka tidak cukup urusan duniawi, meski khatib tidak hafal doa ukhrawi. Imam al-Ithfihi mengatakan, sesungguhnya doa duniawi mencukupi ketika tidak hafal doa ukhrawi karena disamakan dengan persoalan yang lalu terkait kondisi tidak mampu membaca surat al-fatihah, bahkan dalam persoalan ini lebih utama. Syekh Zainuddin al-Malibari, Fathul Muโ€™in Hamisy Iโ€™anatut Thalibin, Surabaya, al-Haramain, tanpa tahun, halaman 66. Khutbah Jumat bahasa sunda ini membahas tentang balasan amal di akhirat. Yuk simak isi khutbahnya dibawah ini ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูุงู„ูู„ู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุงูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽู†ูŽุงู…ูู†ู’ ุธูู„ูู…ูŽ ุชู ุงู„ู’ุฌูŽู‡ู’ู„ู ุงูู„ูŽู‰ ู†ููˆู’ุฑูุงู„ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽุงู’ู„ุงููŠู’ู…ูŽุงู†ู ูˆูŽุงูŽุดู’ูƒูุฑูู‡ู ุดููƒู’ุฑู‹ุงุฌูŽุฒููŠู’ู„ุงู‹ููู‰ ุทููˆู’ู„ู ุงู’ู„ุฒูŽู…ูŽุงู†ูุŒุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏูุงู’ู†ู’ ู„ุงูŽุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏูŒุงูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู‹ุงุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู‹ุชููˆู’ู‚ูู†ู ู‚ูู„ููˆู’ุจูŽู†ูŽุงุจูุชูŽุตู’ุฏููŠู’ู‚ู ู…ูŽุงุงูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุงู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠู’ุฒูุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ูˆูŽุชูู†ู’ุฌููŠู’ู†ูŽุงู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุงูŽู‡ู’ูˆูŽุงู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽุบู’ูŠูŽุงุฑููˆูŽุงู’ู„ุงูŽุดู’ุจูŽุงู‡ู ูููƒูู„ู‘ู ุงู’ู„ุงูŽุญู’ูŠูŽุงู†ูุŒูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุงู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ู ุงู’ู„ู…ูŽุตู’ุฏููˆู’ู‚ู ุฐูุงู„ู’ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉูุงู„ุชู‘ูŽุงู…ู‘ูŽุฉูู„ูุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู’ู„ุงูู†ู’ุณู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุงู†ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูุฌูŽุงู‡ูุฏูŒูˆู’ู†ูŽ ูููŠู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ู„ููŠูŽู†ูŽุงู„ููˆู’ุงุงู„ู’ููŽุถู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ูŽ ุงููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงููŠูŽู‘ุงูŠูŽ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูŽู‚ู’ูˆูŽุงู‡ู ูููŠ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽุฒู’ู…ูŽุงู†ู. ุงูŽุนููˆู’ุฐูุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู ููŽุงูŽู…ู‘ูŽุงู…ูŽู†ู’ ุงู„ู’ุฌูŽุญููŠู’ู…ูŽ ู‡ููŠูŽ ุฎูŽุงููŽ ู…ูŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฃู’ูˆูŽู‰. Para hadirin khutah jumat sadaya, Gusti Allah ngadamel sugrining mahluk-Na teh sajodo-sajodo. aya lalaki, aya awewe, aya beurang aya peuting, aya hirup aya maot, aya alam dunya pasti bakal aya alam aherat Ayeuna urang aya di alam dunya, sakeudeung deui bakal nyorang alam aherat. Samemeh nyorang aherat, urang bakal nyorang maot asup ka alam kubur. Ari maot teh nya eta papisahna jasad sareng roh. Maot teh panyeepan kanyeri, margi kumpul sadaya kanyeri, kanyeri tina panyakit, kanyeri bakal papisah jeung kulawarga, papisah jeung harta, papisah jeung dunya. Henteu aya anu dibantun ka alam kubur salian ti boeh sareng amal urang anu pangwalesanana bakal ngawitan karaos, niโ€™mat atawa siksaanana. Ngaraoskeun eta pangwalesan sanes sapoe, sanes sataun, sanes sapuluh taun, tapi salalawasna kenging kaniโ€™matan pikeun anu beramal soleh, oge salawasna kenging siksaan pikeun kapir atawa anu tukang masiat mah. Ku ayana kitu mangga kantun milih bae, hayang kanana urang engke? Para hadirin sadaya, Sarat mutlak geusan ngengingkeun kaniโ€™matan aherat nya eta maot ngabantun iman, nya eta nalika urang bade ngaleupaskeun nyawa teh ditungtungan ku maca Laa ilaaha illallah. Dawuhan Kanjeng Nabi saw ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงูŽุฎูุฑูุงูƒูŽุงู„ุงูŽู…ูู‡ู ู„ุงูŽุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽุงู„ู„ู‡ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌู†ู‘ูŽุฉูŽ. Hartosna โ€œSaha jalma anu ahir ucapanana maca Laa ilaaha illallah, tangtu bakal asup ka surga.โ€ Para hadirin khutbah jumat sadaya, Pikeun maot ngabantun iman sarta panungtungan ucapanku La ilaaha illallah eta teh sanes padamelan enteng, namung padamelan abot, margi dina waktu sakarat maot teh urang baka digoda ku setan sangkan urang maot bari henteu iman. โ€“ Naโ€™udru billahi min dzalik. Ku margi kitu sangkan urang maot ngabantun iman, teu aya deui jalan anu pangutamana sajaba ti kedah sering eling dikir ka Gusti Allah ti ayeuna keneh, tegesna kedah dibiasakeun dina nalika bungah sangkan urang sukuran ka Gusti Allah, komo nalika aya dina musibat/kasusah mah kedah sering muntang tulung ka Mantenna ulah ka sasaha, sangkan Gusti Allah masihan topek sarta ngaijabah kana doa urang. Pidawuh Allah ุฑูุฌูŽู„ูŒู„ ู„ุงู‘ูŽุชูู„ู’ู‡ููŠู’ู‡ูู…ู’ ุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒูˆู‘ูŽู„ุงูŽุจูŽูŠู’ุนูŒ ุนูŽู†ู’ ุฐููƒู’ุฑูุงู„ู„ู‡ู Hartosna โ€œAri jalma anu diangken hamba Allah teh nya eta jalma-jalma anu tara katungkulkeun ku usaha jeung jual-meuli dina dikirna ka Allah teh.โ€ Pendeknamah sanajan bari usaha. digawe naon bae oge tetep bari inget ka Gusti Allah. Para hadirin sadaya, Saparantos maot urang sadaya bakal nyorang alam kubur atawa alam barzakh. Di alam barzakh urang sadaya bakal kenging patarosan ti Malaikat Munkar jeung Nakir, dua Malaikat anu rupina pikasieuneun pisan. Sakur jalma anu tiasa ngajawab kana patarosanana, cirina bakal bagja di aheratna sarta terus bakal narima kaniโ€™matan kubur Sawangsulna upamana henteu tiasa nga jawab, cirina bakal cilaka di aheratna sarta terus narima siksa kubur. Perlu diemutkeun yen tiasa atawa henteuna ngajawab patarosan Malaikat teh gumantung kana sae/awonna amal urang. Upami sae amalna tinangtu tiasa ngawaler, upami tukang masiat tinangtu moal tiasa ngawaler. Moal tiasa diapalkeun jawabanana ti ayeuna, ari kana ibadahna ngedul mah. Para hadirin khutbah jumat sadaya, Perlu diemutkeun deui, yen siksaan di naraka teh siksaan anu sagala kaayaanana tina seuneu, siksaan anu maha hebat. Nya kitu deui kaniโ€™matan di surga teh kaniโ€™matan anu henteu aya hinggana raosna tur abadi. Dawuhan Allah ู‡ูŽู„ู’ ุงูŽุชูŽุงูƒูŽ ุญูŽุฏููŠู’ุซู ู…ูู†ู’ ุนูŽูŠู’ู†ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุทูŽุนูŽุงู…ูŒ ุงูู„ุงู‘ูŽู…ูู†ู’ ูˆูŽู„ุงูŽูŠูุบู’ู†ูู‰ ู…ูู†ู’ ูููŠู’ู‡ูŽุงู„ุงูŽุบููŠูŽุฉู‹ Hartosna โ€œNaha geus datang ka andika beja kajadian anu hebat? Dina poe eta pirang-pirang beungeut anu tarungkul harina. Anu digarawe cape nararik rante beusi bari dibelenggu. Maranehna arasup kana seuneu naraka anu pohara panasa. Dibere nginumna tina sirah cai anu pohara panasna Maranehna henteu meunang kadaharan salian ti tangkal dore anu carucukan. Anu teu matak lintuh, teu ngaleungitkeun lapar. Aya deui mangpirang-pirang beungeut jalma anu sukan-sukan dina poe eta teh. Ngarasa bungah ku amalna waktu di dunya Arayana di jero sawarga anu luhur. Di jerona andika moal ngadenge omongan anu teu aye gunana. DI jerona aya sirah cai anu ngocor, ranjang anu diluhurkeun jeung disadiakeun pirang-pirang gelas, bantal sarandean anu disusun, arempuk Jeung alketip unu diamparkeun โ€œS. Al-Gosyiyah. Para hadirin Khutbah jumat, Urang sadaya bakal disuhunkeun pertanggungan jawab sadaya amal urang. sae atanapi awona, nya kitu deui ngeunaan kana atikan urang ka kulawarga urang ayeuna. Upami urang sok ngatik ka kulawarga sasarengan dina ibadah, tinangtu bakal kempel sadayana di sawarga, sakumaha pidawuh Allah ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูŽู…ูŽู†ููˆู’ุงูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนูŽุชู’ู‡ูู…ู’ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงููŠู’ู…ูŽุงู†ู ุงูŽู„ู’ุญูŽู‚ู’ู†ูŽุงุจูู‡ูู…ู’ โ€ Ari jalma-jalma anu muโ€™min anu dituturkeun ku anak pamajikanana dina kaimanan katakwaan. tinangtu Kaula bakal ngumpulkeun maranehanana sabondoroyot jeung moal ngurangan kana amalna saeutik oge. Tegesna bakal diadarajarkeun. 21 Upama jalma antepan ka kulawarga tara ngadidik/ngatik kana ibadah, engkena bakal silih dakwa, bakal silih jauhan sabab sieun didakwa tea. Dawuhan Allah ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽููุฑู‘ูุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกูู…ูู†ู’ ูˆูŽุจูŽู†ููŠู’ู‡ู. Hartosna โ€œpoe kiamah teh poean jelema jelema ngajauhan ti dulurna, ti indung bapana, ti sobatna jeung anak- anakna.โ€ Para hadirin khutaba jumat, Mangga pek perhatoskeun kaayaan ayeuna oge di dunya, upami rumah tangga jalmi anu takwa mah sok tengtrem, silih pikanyaah, silih pikadeudeuh, silih belaan sareng sasama kulawargi teh. Sawangsulna rumah tangga jalmi anu henteu takwa sok kucrut, sok silih carekan, silih bongohan, malah aya anak anu silih wantun nyiksa ka sepuhna. Mangga kantun ngemut, hoyong ka mana di aherat teh? Upama palay ka surga, getolan ibadahna kantunkeun masiatna. ุจุงูŽุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูู‰ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุงู’ุงูŽูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑูุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ู…ูู†ู‘ู ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ุงูŽูˆูŽุชูŽู‡ู ุงูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽุงู„ู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ูู…ู ูˆูŽู‚ูู„ ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ ูˆูŽุงูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูุงู„ุฑู‘ูŽุญูู…ููŠู’ู†ูŽ. Khutbah jumat II ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูู‡ู ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ููˆู’ุฑู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู. ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุฃู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูุŒ ููŽูŠูŽุง ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุญูุซู‘ููƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุทูŽุงุนูŽุชูู‡ู ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู’ู†ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูููŠู’ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฎูŽู„ูŽู‚ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽุŒ ูˆูŽู‚ุงูŽู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงุชู‘ูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽูŠู’ุซูู…ูŽุง ูƒูู†ู’ุชูŽ ูˆูŽุฃูŽุชู’ุจูุนู’ ุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŽ ุชูŽู…ู’ุญูู‡ูŽุง ูˆูŽุฎูŽุงู„ูู‚ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุจูุฎูู„ูู‚ู ุญูŽุณูŽู†ู. ุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู ูˆูŽุตูŽุฏูŽู‚ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุงูƒูุฑููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุฃูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุงูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุงูˆูŽุงูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽ. ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐููŠ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ

ceramah bahasa sunda tentang sholat